PAUD WIDYA MULIA

Cinta Allah dan Alam

Hari Kartini buat Widya Mulia...........................

PAUD Widya Mulia pada tanggal 21 April 2008 merayakan hari Kartini bersama  disekolah dengan menyelenggarakan kegiatan semua tentang Kartinia. dimulai dengan satu minggu sebelumnya anak anak dengan semangat sudah melatih lagu Ibu Kita Kartini walaupun dengan nada yang lucu dan teks yang keliru tapi itulah anak2 . Mereka sudah tidak bisa tidur berharap esok pagi hari Kartini dan mereka bisa memakai pakaian kebanggaan mereka. Memang anak-anak biasanya identik dengan berpakaian daerah yang berwarna-warni, dan menyanyikan lagu-lagu daerah serta lagu Ibu Kita Kartini. Bagi Widya Mulia, perayaan hari Kartini bukan semata-mata memperingati perjuangan Kartini, tapi sekaligus memperingati perjuangan para pahlawan wanita lainnya. Bahkan mungkin juga memperingati perjuangan kaum pria yang membantu para pejuang wanita kita.

 Kebhinnekaan adalah kekayaan utama kita, tetapi tanpa pendidikan dasar yang benar bisa berbalik menjadi sumber petaka pertikaian. Apa yang diperjuangkan Kartini pada dasarnya adalah kesempatan untuk mendapatkan pendidikan bagi kaum wanita. Hal ini sesuai dengan konteks keadaan di Jawa pada tahun 1900, satu abad yang lalu! Raden Ajeng Kartini dilahirkan pada tanggal 21 April 1879. Pada waktu itu kaum pria lebih berpeluang mendapatkan pendidikan daripada kaum wanita. Seandainya Kartini ada pada saat ini, tentunya dia akan memperjuangkan hak setiap anak (entah pintar atau kurang pintar) untuk mendapatkan pendidikan.

Bila kita membaca buku kumpulan surat-surat Kartini, akan terasa benar betapa maju jalan berpikirnya sebagai seorang anak gadis yang hanya bersekolah sampai tingkat SD. Ada yang meragukan keaslian surat Kartini, tapi kalau membacanya secara lengkap rasanya terlalu sulit untuk mengatakan bahwa orang asing yang mengarang surat-surat itu karena isinya bisa menguraikan budaya Jawa secara demikian gamblang. Ironisnya, saat cukup banyak bangsa Indonesia yang meragukannya, malah orang asing lebih percaya dan berpikir bahwa surat-surat Kartini merupakan kritik pedas pada bangsa Belanda tapi diperhalus oleh Abendanon untuk tujuan politiknya.

Surat-surat Raden Ajeng Kartini dibukukan oleh Abendanon sebagai "Door Duisternis Tot Licht" pada tahun 1911. Dalam biografi Kartini di www.duniasastra.com, dijelaskan bahwa terjemahan sesungguhnya dari kalimat ini adalah: Dari Kegelapan Menuju Cahaya. Armijn Pane yang memang sastrawan menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia pada tahun 1978 dengan kalimat yang lebih puitis "Habis Gelap Terbitlah Terang". Armijn Pane hanya mengambil 87 surat dari kumpulan surat-surat Kartini agar bisa lebih berkesan sebagai sebuah roman.

Louis Charles Damais hanya memilih 19 surat untuk diterjemahkan dengan sangat indah ke dalam bahasa Perancis berjudul "Lettres de Raden Adjeng Kartini, Java en 1900". Surat-surat Kartini sendiri menurut pengantar dari buku ini selain diterjemahkan ke bahasa Belanda, bahasa Indonesia, juga pernah diterbitkan dalam edisi bahasa Inggris dan bahasa Spanyol. Surat seorang gadis Jawa dari tahun 1900 yang mendunia!

Membaca buku ini sendiri membawa saya pada proses pencerahan diri Kartini. Dari dalam kerinduannya akan pengetahuan dan pandangan awalnya yang mungkin memuja kemajuan dunia Barat. Lalu proses pendewasaan diri, dia mendapatkan pencerahan dan berhasil menemukan keindahan dalam budaya yang dimilikinya dan mencoba memajukan dengan mengedepankan pendidikan. Hal yang seharusnya masih bisa kita teruskan hingga saat ini.

Kartini memulai bersahabat pena dengan Stella karena dia menginginkan seorang teman wanita yang modern, seorang wanita yang memiliki kepercayaan diri, bisa berdiri sendiri, yang bisa memilih sendiri jalan kehidupannya, penuh antusiasme dan mau bekerja bukan untuk kesenangan pribadi semata melainkan juga untuk lingkungannya.

Kartini beruntung, Stella yang menjadi sahabat penanya adalah seorang gadis yang memiliki ide-ide feminis dan sosialis yang cukup maju pada saat itu. Banyak hal yang digali Kartini dari persahabatan melalui korespondensi dengan orang-orang yang memiliki budaya dan pendidikan yang berbeda darinya.

Mengapa Kartini? Karena Kartini yang menorehkan pena memperkenalkan keberadaan perjuangan wanita di Indonesia kepada dunia! Walaupun hanya menuliskan pandangan pribadi, mampu memperlihatkan visinya yang sungguh maju pada dunia. Dia sudah sepantasnya menjadi kebanggaan negeri ini. Mengenang Kartini bisa menjadi saat untuk mengenang perjuangan Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Nyi Ageng Serang, Dewi Sartika, Ny. Walandau Maramis, Christina Martha Tiahahu, dan semua pahlawan wanita lainnya. Pahlawan tidak pernah berjuang untuk menorehkan nama emas, tapi untuk memperbaiki kehidupan orang banyak!

Bagi penulis, inilah makna yang lebih mendalam dari Hari Kartini, memperingati kebhinnekaan kita, mengingatkan kesatuan (Ika) kita dalam berjuang bersama-sama bahu membahu lelaki dan perempuan dalam memajukan bangsa Indonesia. Setiap daerah secara khusus memberi warna berbeda kepada kekayaan budaya dan perjuangan bangsa Indonesia.

Hari ini sungguh unik karena berbeda makna dengan makna Hari Ibu. Walaupun terkait dengan Kongres Wanita Indonesia, Hari Ibu pemaknaannya lebih banyak berawal dari budaya Mother’s day di luar negeri. Juga berbeda dengan makna hari Sumpah Pemuda, karena hari Sumpah Pemuda adalah titik mula pergerakan ke arah persatuan perjuangan bangsa sebagai satu kesatuan nasional, di mana bangsa kita bersepakat untuk menyatukan keragamannya ke dalam satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Sedangkan Hari Kartini adalah hari kita memaknai perjuangan para pahlawan wanita Indonesia.

 

Disarikan dari  Tulisan Retty N Hakim

 

 

Apa Sih BCCT itu ...?

BCCT merupakan pendekatan pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Research and Training (CCCRT) Florida, sebuah lembaga penyedia pelatihan dan penelitian tentang perkembangan anak terkemuka di Amerika. Pendekatan ini disusun berdasarkan hasil kajian teoretik dan pengalaman empirik selama 30 tahun. Selain itu, metode yang dikembangkan sejak tahun 80-an ini baik untuk diterapkan pada anak normal maupun anak dengan kebutuhan khusus

Metode Beyond Center and Circle Time (BCCT) dianggap sebagai pendekatan paling sesuai dengan prinsip PAUD Indonesia, yaitu anak belajar melalui bermain dengan benda-benda dan orang-orang di sekitarnya (lingkungannya). Pendekatan ini mengakomodasi keunggulan dan budaya lokal sehingga bisa diterapkan di Indonesia yang kondisinya begitu beragam. "Pemegang copyright-nya pun mengizinkan adanya modifikasi dalam pelaksanaan sehingga bisa lebih fleksibel,"  BCCT adalah pendekatan pembelajaran yang menggunakan konsep "Anak adalah unik". Artinya bila dilakukan pendidikan terhadap anak usia dini, misalnya 20 anak, akan menghasilkan 20 hasil karya yang berbeda meskipun bahan ajar yang digunakan sama.
PAUD ditujukan untuk menstimulasi atau merangsang semua potensi anak, baik jasmani maupun rohani sebelum memasuki pendidikan lebih lanjut.

Dunia anak adalah dunia bermain. Uniknya, setiap anak boleh mencoba segala sesuatu dan boleh melakukan kesalahan,"PAUD ditujukan untuk menstimulasi atau merangsang semua potensi anak, baik jasmani maupun rohani sebelum memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pendekatan pembelajaran BCCT dipusatkan pada anak dan menempatkan setting lingkungan main sebagai pijakan awal yang penting. Sebelum dan sesudah anak bermain dilakukan setting duduk melingkar, yang dikenal dengan saat lingkaran. Pada pendekatan ini, setiap anak diberikan dukungan penuh untuk aktif, kreatif, dan berani mengambil keputusan sendiri. Selain itu, guru tidak berperan sebagai pengajar, namun sebagai fasilitator, motivator, dan evaluator.

Artikel Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Gutama

 

Meningkatkan Kecerdasan Anak Melalui Pendekatan Beyon Centers And Circles (BCCt)

Oleh : Dra. Ngati Ningsih

             Setiap orang tua mendambakan  agar anak-anaknya pintar dan cerdas sehingga berhasil dalam hidupnya. Dalam rangka meningkatkan kecerdasan anak usia dini , seluruh potensi perkembangan anak, terutama untuk mamacu kecerdasan anak, pendekatan tersebut adalah pendekatan  BCCT atau lebih jauh tentang sentra saat lingkaran. Dalam pendekatan ini kurikulum yang dipakai adalah berdasarkan pada asumsi bahwa anak belajar melalui bermain dengan benda-benda dan orang-orang  disekitar (manusia dan lingkungan). Dalam bermain anak berinteraksi dengan manusia dan lingkungannya , sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal karena dapat pengaruh dari lingkungan . Disamping karena faktor keturunan namun faktor lingkungan inilah yang perlu kita jaga dengan asah, asih dan asuh agar anak dapat tumbuh dengan baik dan berkualitas.

            Alam anak adalah bermain, dunia anak adalah dunia yang indah dan menyenangkan. Bermain itu pasti menyenangkan bagi anak , dan para pendidik harus menyadari bahwa anak mulai dari bayi sudah senang bermain kegiatan bermain merupakan pendidikan yang tepat untuk menumbuhkan kreativitas dan mengembangkan sikap , imaginasi , responsive tenggang rasa , sosialisasi, tenggang rasa dan emosional. Hal tersebut sesuai dengan  tujuan pendekatan BCCT yaitu mengembangkan kemampuan anak dalam berintraksi dengan lingkungan sosialnya serta mengenal aturan – aturan yang berlaku dilingkungannya.

            Pada intinya pendekatan yang dipakai disini adalah pendekatan pola asuh yang terpusat pada anak yang memfokuskan kegiatan anak pada sentra dari sudut yang memungkinkan anak untuk beraktivitas dan berekspresi dengan bebas tanpa paksaan sehingga anak dapat mengembangakan potensi dan daya khayal dengan berfikir aktif dan kreatif. Usia dini adalah merupakan  masa emas yang mana perkembangan kecerdasan anak memerlukan stimulasi dari lingkungan (benda dan manusia) oleh karena itu pengalaman bermain yang tepat bagi anak dapat mengoptimalkan aspek perkembangan baik fisik , bahsa cognitif ,spritual, sosio emosional aspek seni.

            Berikut ini adalah salah  satu contoh penerapan pola asuh terpusat pada anak. Pada sentra bahan alam. Contoh :  Mengenal main bahan sifat cair / bahan alam.

1.       Anak bermain untuk memperoleh sesuatu dengan cara berekplorasi dan bereksperimen / percobaan tentang mengembangkan pengetahuan diri sendiri, dengan bermain sentra alam yaitu melalui pengalaman yang menyenangkan dengan bahan atau benda yang bersifat cair dengan teman sebaya serta perhatian orang dewasa dalam  menolong anak berkembang secara fisik, emosi cognisi dan sosial.

2.       Mengenal main  dari bahan sifat cair anak dapat mengekpresikan dirinya dengan bahan – bahan seperti air , cat , crayon , pasir , biji-bijian atau bahan – bahan mulai dari sifat yang paling cair hingga kepaling berstruktur seperti puzzle.

3.       Sentra bahan sifat cair memfokuskan anak kepada pemberian kesempatan anak untuk mengembangkan keterampilannya melalui bahan–bahan bermain dari bahan alam  yang beragam dengan melalui bermain sentra, anak mempelajari banyak hal berupa belajar berkomunikasi dengan orang lain, merencanakan , memecahkan masakah, belajar bekerjasama, berfikir rasional  serta mengembangkan seluruh aspek kecerdasan dan kemampuannya.

            Main bahan sifat cair akan mendukung main sensorimeter dan pengalaman sensormotor pada anak merupakan rangsangan untuk mendukung proses kerja otak dalam mengelola informasi yang didapatkan anak dari lingkungan saat bermain , sehingga anak dapat mencapai keberhasilan dikemudian hari.

Murid murid Siswa Widya Mulia siap menabuh Drumband pertama mereka . Setelah mendapat rekomendasi dan Persetujuan Forkom Widya Mulia , maka sekolah akan menyiapkan Peralatan Drumband untuk anak2 . Semua setuju bahwa  Seni Musik Meningkatkan Kecerdasan Dan Kreatifitas Anak

Oleh : Sugeng Triyono

             Pada dasarnya anak-anak tidak terlepas dari dunia kesenian, betapapun sederhananya mereka,anak – anak  meluangkan waktunya untuk terlibat dalam kegiatan seni secara baik artistik maupun estetik. Seni merupakan bagian yang universal dari sistim budaya, yang berarti bahwa pengertian manusia itu berkebudayaan merujuk pada pemahaman manusia berkesenian.

            Kesenian banyak macamnya, ada seni rupa, seni sastra, seni tari, seni theater,seni musik, seni lukis dan banyak lagi yang lainnya. Dari bermacam – macam bentuk seni tertentu semua kita setuju, bahwa jika disajikan secara bersamaan, sudalah pasti seni musik menyentuh pintu hati kita terlebih dahulu. Entah itu lewat dawai gitar, piano, perkusi atau bunyi yang lain. Penulispun tidak bermaksud mengucilkan kesenian yang lain, karena secara otomatis lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), merupakan tempat muaranya berkesenian yang didalamnya tempat mengekpresikan aktivitas anak.

            Bertitik tolak dari kecenderungan diatas, dalam konteks pendidikan nasional, pendidikan kesenian khususnya seni musik, harus menjadi bagian yang urgen dari program PAUD (Pendidikan anak Usia Dini). Tidak seperti di Sekolah Dasar sampai dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, pendidikan seni musik sering diabaikan dan dianggap kurang penting oleh murid,walau murid bahkan pendidikan sendiri ada yang demikian.

            Pendidikan seni musik masih menduduki level papan bawah  dari keseluruhan pendidikan yang dilaksanakan.

            Sudah selayaknya pendidikan seni musik juga harus mempunyai bobot dengan pelajaran yang lain. Untuk itu dalam menu pembelajaran (Kurikulum PAUD), para Tutor diharapkan mampu meng-orchestra-kan dan melaksanakan pengembangan Kemampuan Dasar. Kemampuan dasar seperti  itu seperti bahasa, kognitif ( daya pikir/kecerdasan). Fisik serta seni para tutor diharapkan mempunyai improvisasi dan terus banyak belajar lewat pelatihan dan media yang lain. Mengevaluasi dan selalu memperbaiki lagi kerangka bangunan yang sudah diajarkan dan disusun sedemikian rupa, sehingga pengenalan dasar teori musik yang sederhana, serta musik yang  rekreatif, dapat dilaksanakan dengan porsi yang cukup dan berimbang.

            Mengingat Anak usia dini (0 – 6) tahun merupakan sosok yang peka untuk menerima stimulus yang baik dan terarah mendorong ketingkat pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, jadi selain pemeliharaan kesehatan, pemberian makanan bergizi, juga perlu diberi rangsangan pisikososial  berupa pendidikan. Yaitu salah satunya pendidikan seni musik, karena menurut para ahli dari hasil penelitiannya, musik memang tidak hanya membantu mengatasi kebosanan, mengusir kesedihan serta melepaskan stres. Akan tetapi dapat pula untuk mempengaruhi kecerdasan berfikir anak ( IQ) dan juga kecerdasan emosi anak (EQ).  

Belahan Otak Kanan

 Belahan Otak Kiri

 

-          Mengatur tubuh kiri

-          Untuk kesadaran musik dan seni

-          Persepsi ruang dan pola

-          Wawasan

-          Imajinasi

 

-          Mengatur tubuh bagian kanan

-          Untuk berbicara

-          Untuk menulis

-          Berhitung dan ilmiah

-          Memahami bahasa isyarat

-          Pikiran Logis

             Namun adakalanya otak kiri menghambat otak kanan atau sebaliknya, Kecerdasan anak yang berasal dari hasil kerja otak kiri dan kanan berhubungan dengan visual, olah tubuh. Person (memahami diri sendiri), juga berkaitan dengan alam, jadi belum tentu anak yang nilai matematikanya dapat 10 itu cerdas, bisa jadi anak yang cerdas, tapi tidak secara keseluruhan,ia mempunyai suatu kelemahan, yaitu belum bisa beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Kita semua tidak memahami, bahwa hubungan antara unsur–unsur yang terkandung didalam sebuah bangunan musik, seperti harmoni, melodi, irama dan dan lain-lainnya sebagai satu kesatuan yang bulat. Seperti  apa yang dikatakan Jamalus (1988), musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui irama; Melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu dan ekspresi sebagai satun kesatuan. Dengan demikian pemahaman musik harus menyeluruh. Apabila salah satu unsur musik tidak ada penyesuaian, maka tidak lagi sebagai satu kesatuan yang utuh dari bangunan musik itu sendiri.

Selain itu orang tua juga berperan agar memperkenalkan inti komunikasi dan hubungan sosial, jauh sebelum anak – anak mampu mengucapkan kata- kata yang dapat dimengerti, dengan mendorong mereka untuk mengembangkan keterampilan berbahasa. Hal ini memungkinkan sekali karena kepekaan anak akan musik dan berbahasa serta unsur-unsurnya. Seperti ritme, pitch – tinggi rendahnya nada, timbre/warna suara, berkembang dengan kecepatan yang sama seperti berbicara. Seperti yang sering kita melihat dan mendengarnya, betapa cepatnya anak –anak menghafal sajak singkat dari bagian iklan di TV dan menyanyikan lagu yang sedang beken sekarang ini. Jelas ini menunjukkan adanya suatu manfaat menggabungkan musik dengan bahasa , baik berbahasa verbal maupun non verbal.

            Adapun musik – musik yang dapat dipergunakan untuk pendidikan  dan alat untuk mempertajam kecerdasan manusia adalah musik yang mempunyai keseimbangan tiga  unsur yang sudah tersebut diatas, yaitu beat, ritme dan harmoni. Anak–anak dalam usia nol sampai empat tahun, otaknya akan berkembang sampai 80 % dengan musik selanjutnya usia tiga sampai enam tahun sangat tepat untuk belajar  musik, karena pada masa ini perkembangan pendengarannya sangat baik.

            Don campbel dalam bukunya Efek Mozart melukiskan bahwa musik klasik (Haydin Moza dan Mozart) mampu memperbaiki kosentrasi ingatan dan persepsi spesialis anak. Penelitian  menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah. Akan merangsang kuadran C pada otak. Musik klasik pun sangat baik untuk anak yang akan tidur dan istrahat. Soalnya musik klasik mempunyai tempo dibawah denyut jantung yang fungsinya untuk relaksasi.

            Bagi ibu hamil musik klasik memang mempunyai keterikatan, karena antara ibu dan janin yang ada dalam kandungannya, dalam usia lima bulan dalam kandungan, si janin sudah bisa mendengar dan melihat. Musik klasik juga berpengaruh positif bagi ibu hamil menghilangkan stres menimbulkan rasa puas dan percaya diri.

            Selain itu fungsi musik bagi anak – anak yaitu membuat  mereka  makin aktif, karena dapat memicu denyut jantung, khususnya musik jazz, apa umumnya kurang sesuai atau sulit diterima oleh anak. Karena nadanya rumit serta tidak harmonis .Sementara anak-anak lebih suka musik yang sederhana dan harmonis notnya, serta oktafnya tidak terlalu tinggi.Hal ini berguna untuk menstimulasi otaknya, terutama disaat mereka berkreatifitas. Musik juga kan membimbing anak untuk berfikir positif, namun dalam melakukan barbagai hal, terutama saat belajar. Memang uniknya disini, ada yang belajar suka dengan musik bahkan sebaliknya. Namun pada umumnya musik barok sangat cocok untuk menemani belajar anak. Terkadang musik juga dapat menghambat perkembangan anak, musik yang bernuansa sedih akan membuat anak adi sedih  , jadi tergantung pada anaknya.